Selasa, 07 November 2017

SIG Dalam Bidang Kebudayaan

 SMA NEGERI 13 SURABAYA
KELAS XII-9
TAHUN AJARAN 2017-2018

KELOMPOK 2 :
  • Danang Febrian                           (07)
  • Elok Indi Pradanasari                  (08)
  • Erlina Pramaisya Puspita Sari   (09)
  • Fitriyah Amaliyah Firdaus          (10)
  • Hanifah Julman Nurjannah       (11)




KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas pertolongannya kami darikelompok 2 dapat menyelesaikan pembuatan artikel dalam blog ini.
Blog ini dibuat untuk memudahkan pengunjung blog mengetahui data SIG dalam bidang kebudayaan khususnya di Indonesia.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Drs. M.Said Busiri selaku guru geografi yang membimbing kami sehingga terbentuklah artikel ini, dan kepada teman-teman XII-9 yang telah membantu dalam kelancaran pembuatan artikel blog ini, serta pihak-pihak blogger lainnya yang bersangkutan.
Kami dari kelompok 2 meminta maaf bila terdapat kesalah dalam penulisan, penyusunan artikel ini, dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih.







KEBUDAYAAN LAMPUNG


1.Rumah adat Lampung  
  bernama Nuwou Sesat adalah bukti eksistensi suku asli Lampung di masa silam. Rumah adat Nuwou Sesat yang menjadi nama rumah adat Lampung berasal dari 2 kata, yaitu Nuwou yang berarti rumah dan sesat yang berarti adat. Nuwou Sesat sebetulnya memiliki fungsi utama sebagai balai atau tempat pertemuan bagi seluruh warga kampung (purwatin). Nuwou Sesat secara struktur hampir sama dengan rumah adat suku asli Sumatera lainnya. Rumah adat Lampung ini berbentuk panggung dengan bahan utama berupa kayu atau papan. Struktur rumah panggung pada rumah Nuwou Sesat pada masa silam ditujukan sebagai upaya untuk menghindari serangan binatang buas bagi penghuninya. Seperti diketahui bahwa dahulu hutan-hutan di Lampung memang mengandung kekayaan hayati yang tinggi, sehingga memungkinkan berbagai jenis binatang buas tinggal berdampingan dengan manusia. Selain itu, struktur panggung juga sengaja digunakan sebagai desain rumah tahan gempa.




Sebagaimana diketahui, beberapa daerah di Lampung juga dikenal berada di lempeng perbatasan antar benua sehingga sering mengalami bencana gempa.
Dengan struktur rumah panggung, dibutuhkan sebuah tangga sebagai akses keluar masuk rumah. Dalam adat Lampung, tangga tersebut bernama Ijan Geladak. Tangga ini terletak di bagian depan rumah sehingga sering kali dihiasi dengan ukiran-ukiran etnik Lampung untuk mempercantik tampak depannya. Bagian depan rumah adat Lampung umumnya juga akan dilengkapi dengan serambi kecil yang bernama anjungan. Anjungan berfungsi sebagai tempat pertemuan kecil atau sebagai tempat bersenda gurau.beberapa  Filosofi Rumah Adat Lampung dan Penjelasannya :
Pill-Pusanggiri. Prinsip adanya rasa malu ketika melakukan sebuah kesalahan atau perbuatan yang buruk, baik menurut norma agama maupun norma adat
Juluk-Adek. Prinsip bagi mereka yang telah memiliki gelar adat agar dapat bersikap dan berkeperibadian yang bisa menjadi contoh

 Nemui-Nyimah. Prinsip untuk selalu menjaga tali silaturahmi antar sanak keluarga dan selalu bersikap ramah pada tamu.


sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2016/03/rumah-adat-lampung-nuwou-sesat.html